Warga Diimbau Tak Beraktivitas 5 Km dari Kawah Kelud on 12 Feb 2014 at 18:16 WIB Share Comment (0) Warga di wilayah Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur diimbau tak beraktivitas 5 kilometer dari kawah Gunung Kelud. Hal itu untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan. “Kami sudah mengeluarkan imbauan pada warga agar tak beraktivitas di dekat Kelud, terutama radius 5 kilometer,” kata Koordinator Tim Siaga Jangkar Kelud Pokja Ngantang, Parno, Rabu (12/2/2014). Imbauan tersebut dikeluarkan setelah status Gunung Kelud naik menjadi Siaga III. Imbauan diutamakan pada warga di area Kawasan Rawan Bencana (KRB) III dengan radius di bawah 10 kilomter dari Gunung Kelud. Di Kecamatan Ngantang ada 6 desa masuk KRB III antara lain Desa Pagersari, Pandansari, Sidodadi, Ngantru dan Banturejo. KRB III merupakan kawasan yang selalu terancam awan panas, gas racun, lahar letusan dan aliran lava. Serta kawasan yang sangat berpotensi tertimpa...
Postingan
Menampilkan postingan dari 2015
Jangkar Kelud Siap Hadapi Bencana 30 Juni 2011
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Jangkar Kelud_mBah Dharmo
-
Program Kesiapsiagaan dan Sistem Peringatan Dini Untuk Masyarakat Di Wilayah Gunung Kelud, Jawa Timur. Surabaya, 30 Juni 2011 – PT HM Sampoerna Tbk. (“Sampoerna”) mendukung program berbasis masyarakat di Gunung Kelud, Jawa Timur, yang bertujuan untuk memperkuat sistem peringatan dini di daerah dimana aktivitas gunung berapi tersebut sangat tinggi. Program hasil kerjasama Perkumpulan Kappala dan Skala ini memfokuskan kegiatan kepada pendirian dan perbaikan infrastruktur radio komunitas, penyusunan modul program penanggulangan gawat darurat, serta pelatihan bencana berbasis masyarakat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bencana alam. Sekitar satu juta jiwa berpotensi terpapar resiko jika Gunung Kelud meletus. Gunung berapi ini letaknya berada di Kabupaten Malang, Blitar dan Kediri. Aktivitas Gunung Kelud terakhir meningkat pada tahun 2007, dimana terjadi erupsi intrusif sehingga muncul kubah lava di tengah danau selebar 100m. Hal ini mengakibatkan ancaman Gunun...
Kelud Siaga, Malang Siapkan Titik Pengungsian 13 Feb 2014
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Jangkar Kelud_mBah Dharmo
-
TEMPO.CO , Malang - Puluhan titik kumpul warga disiapkan di Kecamatan Ngantang dan Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, untuk mengantisipasi meletusnya Gunung Kelud. Koordinator Umum Jangkar Kelud (Jangkane Kawula Redi Kelud) Catur Sudharmanto alias Mbah Dharmo mengatakan, titik kumpul disiapkan di desa-desa yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Kediri, terutama yang berdekatan dengan gunung setinggi 1.731 meter dari permukaan laut itu. Sedikitnya ada 36 desa di Kediri, Blitar, dan Malang yang meningkatkan kewaspadaan. Kewaspadaan ini disertai dengan penyusunan rencana pengungsian (contingency plan) penduduk ke daerah aman. (Baca juga: Warga Mau Mengungsi Jika Diperintah Kuncen Kelud) Di Kasembon ada empat desa yang rawan terdampak letusan Kelud, yakni Kasembon, Pondokagung, Bayem, dan Sukosari. Sebanyak 22 titik kumpul disiapkan di Pondokagung. “Bila status Kelud naik jadi awas, maka penduduk segera dievakuasi atau diungsikan ke arah Kasemb...
Saat Gunung Kelud Meletus, Koordinator Bencana Ini Tinggalkan Istri-Anak (12/5/2015)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Jangkar Kelud_mBah Dharmo
-
SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi bencana cukup tinggi. Dikelilingi lingkaran api (ring of fire), masyarakat Indonesia hidup dalam ancaman bahaya. Namun, pemahaman terhadap potensi bencana merupakan upaya preventif agar masyarakat dapat hidup aman meski di bawah bayang-bayang bencana . Hidup harmoni bersama alam. Masyarakat Kediri paham benar cara hidup berdampingan dengan bahaya. Hidup di bayang-bayang ancaman erupsi Gunung Kelud , masyarakat Kediri sudah memiliki komunitas berbasis early warning system (EWS), yaitu Komunitas Jangkar Kelud (KJK). Bunyi kentongan bertalu-talu di Desa Pondok Agung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Kediri , menyusul status Awas Gunung Kelud , 13 Februari 2014 lalu. Namun tak ada kepanikan pada warga desa tersebut. Bersama-sama, seluruh warga menuju titik kumpul di balai desa kemudian melanjutkan perjalanan menuju titik evakuasi ...
Pelajaran berharga dari "Jangkar Kelud" 1 Mar 2014
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh
Jangkar Kelud_mBah Dharmo
-
Kediri (ANTARA News) - Hidup di daerah rawan bencana, terlebih lagi tinggal di dekat gunung berapi, membuat warga harus siap-siap menghadapi fenomena alam berupa erupsi gunung. Zaman kuno, masyarakat hanya mengandalkan tanda-tanda alam jika akan terjadi bencana erupsi gunung, misalnya turunnya sejumlah hewan dari kawasan hutan ke permukiman warga. Namun, tak semua warga menyadari hal itu dengan baik. Buktinya, di Kediri tercatat banyak korban ketika Gunung Kelud (1.731 mdpl) erupsi. Data di Proyek Kelud Kediri mencatat korban jiwa akibat erupsi gunung itu pada 19 Mei 1919 ada 5.110 jiwa, pada 31 Agustus 1951 ada tujuh jiwa, 26 April 1966 ada 212 jiwa meninggal. Bahkan, data terbaru pada 10 Februari 1990 ada 33 korban jiwa meninggal dunia serta 43 terluka, namun erupsi pada tahun 2007 tidak ada korban jiwa karena sifatnya hanya efusif (letusan tertahan). Atau, data selang tujuh tahun kemudian, Kelud mengeluarkan isi perutnya, berupa batu,...